INDUKSI KALUS PDF

Kultur Jaringan Tanaman Kakao Menurut Winarsih, sekitar satu minggu setelah dikulturkan pada media induksi, embryozigotik mulai membengkak, warnanya menjadi lebih putih dan bagian daun kotilnya menggulung. Seiring dengan membesarnya ukuran eksplan tersebut kalus mulai tumbuh pada permukaan hipokotil maupun daun kotil. Kendala yang dihadapi dalam kultur jaringan kakao selama ini adalah produksi fenol dan lendir yang berlebih dari eksplan vegetatif, sehingga menghambat proses regenerasi kalus Ampomah, dalam Oetami Hal serupa juga dikemukakan oleh Priyono , bahwa kandungan fenolik yang tinggi pada eksplan pucuk mengakibatkan terhambatnya proses regenerasi eksplan. Pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur jaringan sangat dipengaruhi oleh keadaan jaringan tanaman yang digunakan sebagai eksplan.

Author:Yozshugrel Mauramar
Country:Egypt
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):22 November 2007
Pages:20
PDF File Size:10.80 Mb
ePub File Size:2.91 Mb
ISBN:538-8-52619-181-7
Downloads:96767
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nikree



Teknik kultur jaringan ini berkembang dengan landasan teori sel yang menerangkan bahwa setiap sel tanaman merupakan unit bebas yang mampu membentuk organisme baru yang sempurna atau sel-sel tanaman yang mempunyai sifat totipotensi Parera Perbanyakan tanaman dengan sistem kultur jaringan dilaksanakan di dalam suatu laboratorium yang aseptik dengan peralatan seperti pada laboratorium Mikrobiologi.

Kita juga dapat memakai peralatan sederhana seperti almari penabur buatan sendiri ataupun dengan peralatan laboratorium kultur jaringan khusus yang lebih canggih seperti laminar air flow cabinet Daisy Teknik kultur jaringan dilakukan dengan menanam irisan jaringan tanaman yan disebut eksplan secara aseptik pada medium padat atau cair yang cocok dan dalam keadaan steril.

Sel pada permukaan irisan akan megalami proliferasi dan membentuk kalus. Jika kalus dipindahkan ke dalam medium diferensiasi yang cocok, akan terbentuk jaringan yang kecil dan lengkap yang disebut dengan planlet. Dari irisan jaringan tanaman yang kecil akan diperoleh planlet dalam jumlah besar Daisy Efektivitas penggunaan teknik kultur jaringan dalam melakukan eksploitasi keragaman somaklonal dan seleksi in vitro tergantung dari tersedianya metode baku yang efesien untuk menginduksi terbentuknya kalus serta dapat meregenerasikannya menjadi tanaman lengkap planlet.

Kalus adalah suatu jaringan yang bersifat meristematis akibat timbulnya luka dan merupakan salah satu wujud dari dediferensiasi Suryowinoto Regenerasi tunas dari eksplan kalus merupakan proses yang kompleks, karena dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor genotipe, tipe eksplan dan keseimbangan zat pengatur tumbuh.

Kinetin yang berimbang dengan auksin dapat menyebabkan pertumbuhan kalus Fitrianti Beberapa faktor penting yang mempengaruhi induksi kalus dan regenerasi tanaman yaitu pemilihan jenis eksplan, genotipe dan suplemen media yang digunakan, tipe dan kuantitas zat pengatur tumbuh. Komposisi auksin dan sitokinin dalam media kultur in vitro memainkan peranan penting dalam induksi dan regenerasi kalus menjadi tunas Abidin Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan kultur jaringan yaitu bahan sterilisasinya, kandungan unsur kimia dalam media, hormon yang digunakan, substansi organik yang ditambahkan dan terang atau gelapnya saat inkubasi.

Dari sekian banyak permasalahan yang harus diteliti dan diperhatikan adalah komposisi media tumbuh pada kultur jaringan karena sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya Daisy Teknik aseptik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kutur jaringan. Keaseptikan harus dijaga dalam proses pengkulturan, selain itu juga termasuk sterilisasi bahan tanaman eksplan. Pada tahap ini dilakukan berbagai perlakuan untuk membersihkan kotoran yang ada di permukaan bahan tanaman disinfestasi Prawitasari Selain itu, zat pengatur tumbuh adalah senyawa organik bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tanaman.

Tujuan Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian zat pengatur tumbuh 2,4-D dalam pembentukan kalus padi IR Alat yang digunakan seperangka alat diseksi, laminar air flow cabinet, bunsen, plastik, dan karet. Pembahasan Kalus merupakan jaringan yang tumbuh dari proliferasi sel-sel yang belum terorganisasi dari suatu kelompok sel tanaman yang belum terdiferensiasi.

Laju pembentukan kalus dari jaringan eksplant yang ditempatkan medium tanam sangat beragam. Sumber eksplant seringkali menentukan. Bibit yang steril juga berperan dalam menghasilkan jaringan yang paling cocok.

Produksi kalus yang mempunyai struktur embriogenik dan mampu diregenerasikan merupakan faktor penting dalam kultur jaringan, khususnya dalam transformasi, induksi keragaman somaklonal dan seleksi in vitro Gray Keberhasilan regenerasi tunas dari kalus selain dipengaruhi oleh media kultur dan genotipe tanaman, kondisi fisiologi eksplan juga menjadi faktor penentu.

Dari berbagai sumber eksplan yang digunakan, embrio zigotik merupakan eksplan yang terbaik karena memiliki daya totipotensi atau kemampuan regenerasi tertinggi di antara sumber eksplan lainnya Maggioni et al. Kalus yang baru terbentuk berpeluang menghasilkan tunas lebih tinggi dibandingkan kalus yang telah disubkultur berkali-kali atau mengalami periode kultur yang panjang, dan telah mengalami perlakuan radiasi atau seleksi, karena kalus yang baru terbentuk, kandungan poliamin atau senyawa yang berperan dalam sistem regenerasi masih tinggi Chiatante et al.

Dalam memacu pembentukan tunas biasanya dilakukan dengan memanipulasi dosis auksin dan sitokinin. Hasil dari induksi pembentukkan kalus tanaman padi kurang memuaskan.

Eksplant padi yang ditanam tidak ada yang sempat menghasilkan kalus. Hampir semua kultur tanaman padi juga mengalami kontaminasi bakteri dan cendawan. Hal ini disebabkan proses sterilisasi benih padi yang tidak baik, banyaknya praktikan yang masuk ke ruang kultur sehingga terjadi kontaminasi. Simpulan Zat pengatur tumbuh 2,4-D dapat menginduksi terbentuknya kalus pada embrio padi yang dikulturkan secara in-vitro. Kalus tersebut kemudian dapat tumbuh membentuk tunas padi.

Namun kultur kalus benih padi IR tidak berhasil karena kontaminasi cendawan dan bakteri akibat tidak sterilnya kerja praktikan. Share this:.

ENGINEERING MECHANICS STATICS BEDFORD FOWLER PDF

KULTUR KALUS

Mengamati respon kultur jaringan daun dan hipokotil sawi Brassica sp dan kotiledone kedelai terhadap kombinasi zat pengatur tumbuh 1. Mengamati pembentukan kalus pada daun dan hipokotil Brassica sp dan kotiledone kedelai. DASAR TEORI Kultur jaringan merupakan suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, sekelompok sel, jaringan maupun organ , serta menumbuhkannya dalam keadaan aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman utuh kembali. Konsep awal dari kultur jarngan adalah diketahuinya kemempuan totipotensi dari sel tumbuhan.

BERNARD MENEZES NETWORK SECURITY AND CRYPTOGRAPHY CENGAGE LEARNING PDF

induksi kalus

Zolokree Light intensity and spectral quality influencing the callus growth of Cistanene deserticola and biosynthesis of phenylethanoid glycosides. Zur entwicklung haploider pflanzen aus unreifen mikrosporen verschiedener Nicotiana arten. Agriculture General Country of publisher: Antiviral activity of 5,6,7-trimethoxyflavone and its potentiation of the antiherpes activity of acyclovir. Effects of C2H4,CO2, and cytokinins.

Related Articles